Selasa, 27 Desember 2011

Saffron | Saffron itu apa?

Saffron? Saffron itu apa? Gunanya untuk apa? Gambar atau bentuk Saffron itu seperti apa?
Berikut ini adalah gambar Saffron.

Saffron kering dalam kemasan

Saffron itu apa?
Safron (saffron) atau sering juga disebut kuma-kuma adalah nama untuk rempah-rempah dari bunga Crocus sativus, sekaligus nama umum untuk tanaman Crocus sativus dari marga crocus famili Iridaceae.

Bunga kuma-kuma memiliki tiga kepala putik (stigma) yang terletak distal terhadap daun buah. Bagian tangkai putik, yang menghubungkan stigma dengan bagian bunga paling dalam, sering dikeringkan dan disebut safron. Saffron dipakai sebagai bumbu masakan dan bahan pewarna.

Tanaman kuma-kuma berasal dari Asia Barat Daya, dan safron bertahan sebagai komoditas rempah termahal di dunia selama beberapa dekade. Tanaman ini pertama kali dibudidayakan di sekitar Yunani.

Safron memiliki rasa khas sedikit pahit dan berbau harum seperti iodoform atau rumput kering yang disebabkan zat kimia bernama picrocrocin dan safranal. Safron mengandung crocin, salah satu bahan pewarna karotenoid yang membuat makanan menjadi kuning keemasan. Warna kuning terang safron menjadikannya sebagai rempah-rempah yang paling banyak dicari orang di dunia. Dalam pengobatan tradisional, safron digunakan sebagai obat berbagai macam penyakit.

Nama Saffron di beberapa daerah antara lain:
- dalam bahasa Melayu, safron disebut koma-koma dan merupakan bumbu yang membuat nasi briyani (nasi beryani) menjadi berwarna kuning.
- dalam bahasa Arab, safron ini disebut Za'faran (زَعْفَرَان), yang berasal dari kata aṣfar (أَصْفَر) yang berarti "kuning".
- dalam bahasa Inggris ditulis sebagai saffron, diambil dari bahasa Perancis Kuna safran yang berasal dari bahasa Latin safranum.
- di Indonesia ada yang mengenalnya dengan nama kuma-kuma, adapula yang menyebutnya safran.

Tanaman kuma-kuma
Tanaman kuma-kuma ini cocok pada cuaca memiliki banyak hujan di musim semi namun relatif kering di musim panas. Selain itu, hujan yang turun sebelum musim berbunga bisa menambah panen kuma-kuma. Sebaliknya, hujan atau cuaca dingin selama masa berbunga meningkatkan kemungkinan tanaman terserang penyakit dan mengurangi hasil panen. Cuaca yang terus-menerus panas atau lembab juga mengurangi hasil panen, begitu pula hewan pengganggu, seperti: kelinci, tikus, dan burung. Parasit seperti nematoda, penyakit karat daun, dan kebusukan subang juga merupakan ancaman bagi tanaman ini.
Namun bila ditanam di daerah yang kurang curah hujan, maka perlu dibuatkan irigasi. Tanaman ini tumbuh subur di tempat yang banyak terkena sinar matahari, dan tidak tumbuh dengan baik di tempat yang teduh. Kuma-kuma sebaiknya ditanam di tanah yang memiliki kemiringan sehingga bisa banyak mendapat sinar matahari.

Memanen atau memetik bunga Saffron
Bunga mulai mekar sekitar pertengahan musim gugur. Pemetikan bunga harus dilakukan segera setelah bunga mekar di waktu fajar menyingsing, karena bunga cepat menjadi layu.

Para pekerja sedang memetik bunga Saffron

Selanjutnya, kuma-kuma terus berbunga selama 1—2 minggu. Sekitar 150 kuntum bunga bisa menghasilkan 1 gram safron kering. Berdasarkan perhitungan ini, 1 kilogram bunga diperlukan untuk menghasilkan 12 gram safron kering (72 gram sewaktu baru dipanen). Sekuntum bunga yang baru dipetik rata-rata menghasilkan 0,03 gram safron segar, atau 0,007 gram safron kering. WOW.... pantes harganya termahal di dunia...
5 gram Iranian Saffron grade 1, ada yang menjual dengan harga $ 35.00


Gambar bunga Saffron
Yang disebut Saffron hanya 3 helai yang berwarna merah itu!

Para pekerja sangat berhati-hati memisahkan Saffron dari bunga

Cara menggunakan atau memakai Saffron untuk memasak:
1. Ambil sejumput Saffron.
2. Haluskan hingga menjadi bubuk Saffron.
3. Ambil 1/2 sdt Saffron, masukkan ke dalam gelas, beri 4 sdm (60ml) air mendidih, aduk, lalu gelas ditutup rapat.
4. Tunggu sampai 1 jam, hingga air berwarna kuning keemasan.
5. Air Saffron siap digunakan untuk memasak.

Ada pula yang menggunakan Saffron tanpa dibuat serbuk, melainkan beberapa helai Saffron langsung direndam ke dalam air panas. Setelah didapat warna kuning keemasan, baru digunakan untuk memasak.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites